Kamis, 09 Agustus 2012

Ini Sebabnya Orang Terkejut Bisa Langsung Mati

Jakarta, Kejutan-kejutan kecil dalam hidup terkadang menyenangkan, itulah sebabnya banyak orang menyukai kejutan. Tapi jika terkejut sampai kaget dan membuat orang meninggal, itu adalah musibah yang memilukan. Ada beberapa orang yang memiliki kelainan ini. Oleh para ilmuwan, kondisi kaget yang dapat memicu kematian ini disebut hyperekplexia.

Baru-baru ini, para peneliti di Inggris telah menemukan gen penyebab munculnya kelainan yang disebut penyakit kaget atau lebih resmi disebut hyperekplexia. Penderita penyakit ini memiliki refleks kaget yang berlebihan ketika menanggapi suara dan sentuhan. Respon kaget akan diikuti dengan kekakuan otot yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kematian mendadak.

Penyakit aneh ini disebabkan oleh mutasi genetik ganda sehingga menyebabkan sel saraf tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Secara khusus, mutasi ini mempengaruhi proses pemindahan suatu molekul yang disebut glisin untuk dipindahkan antar sel.

Glisin mengirimkan sinyal penghambat yang mengurangi respon terhadap suara, kebisingan dan sentuhan. Pada penderita penyakit kaget, sinyal-sinyal penghambatan ini tidak berjalan. Akibatnya, stimulus justru diperkuat dan berakibat bahaya.

Dalam laporan penelitian yang dimuat Journal of Biological Chemistry, para ilmuwan di University College London dan Swansea University di Wales menganalisis informasi dari 93 orang pasien penyakit kaget di seluruh dunia.

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi 19 mutasi genetik baru penyusun protein GlyT2 yang bertanggung jawab untuk mengangkut glisin ke dalam sel. Peneliti juga menemukan bahwa mutasi pada GlyT2 merupakan penyebab utama 8 kasus penyakit kaget di Inggris dan Spanyol.

"Temuan baru ini menegaskan bahwa mutasi pada gen GlyT2 adalah penyebab utama penyakit ini. Jika sel-sel saraf tidak mendapat cukup glisin, maka glisin yang dilepaskan juga tidak akan cukup. Hal ini menghalangi transmisi sinyal penghambat," kata peneliti, Beatriz López-Corcuera seperti dilansir Live Science, Kamis (9/8/2012).

Peneliti menjelaskan bahwa kelainan ini sudah ada sejak lahir. Pada bayi, penyakit ini dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Gejala ini biasanya berkurang setelah setahun pertama dan umumnya bayi dapat bertahan sampai dewasa.

Selasa, 07 Agustus 2012

7 Kesalahan Perawatan Vagina yang Sering Dilakukan Wanita

Jakarta, Vagina adalah organ wanita yang sangat sensitif dan memerlukan perawatan yang tepat agar tetap nyaman dan sehat. Perawatan vagina yang salah hanya akan meningkatkan risiko terhadap infeksi dan berbagai penyakit menular seksual.

Berikut 7 kesalahan yang sering dilakukan wanita dalam merawat vaginanya, seperti dilansir everydayhealth, Rabu (8/8/12) antara lain:

1. Salah dalam mengobati infeksi pada vagina

Ketika vagina terasa gatal dan keluar cairan vagina dalam debit yang tinggi, kebanyakan wanita menganggap hal itu disebabkan oleh infeksi jamur dan menerapkan krim anti jamur yang dapat diperoleh di apotek. Tetapi kondisi tersebut dapat disebabkan oleh masalah lain.

Ada beberapa kondisi yang paling umum terjadi pada vagina, yaitu Bacterial Vaginosis (BV) yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih di vagina dan trichomoniasis, infeksi menular seksual.

Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala serupa dengan infeksi jamur, sehingga sangat penting untuk memastikan penyebab gatal pada vagina sebelum mengobatinya. Jika tidak diobati, BV dapat menyebabkan penyakit radang panggul, dan baik BV maupun trichomoniasis dapat membuat wanita lebih rentan terhadap penyakit menular seksual.

Jangan mengobati penyakit sebelum Anda benar-benar memastikan penyebab penyakit tersebut agar tidak terjadi kesalahan pengobatan. Konsultasikan kondisi Anda k dokter untuk memperoleh pngobatan yang tepat.

2. Menaburkan bedak tabur pada vagina

Kebanyakan wanita yang menerapkan bedak tabur atau bedak bayi pada daerah di sekitar vagina beralasan bahwa hal tersebut dapat membuat vaginanya lebih segar. Hal ini sebenarnya tidak berbahaya karena hanya persoalan kebersihan saja.

Tetapi menurut penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research tahun 2011, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kanker ovarium invasif hingga sekitar 30 persen.

Penggunaan jangka panjang dari bedak tabur pada vagina akan meningkatkan risiko 2 kali hingga 3 kali lipat. Peneliti berspekulasi bahwa bedak bisa menyebar ke saluran kelamin dan menciptakan reaksi inflamasi.

Untuk mencegah risiko tersebut, lebih baik hindari pemakaian bedak tabur pada vagina. Jika daerah di sekitar vagina Anda sangat rentan terhadap keringat, gunakan pakaian katun dan hindari memakai celana terlalu ketat.

3. Terlalu sering mengenakan panty liner

Terlalu sering menggunakan panty liner juga dapat menyebabkan infeksi dan iritasi oleh bakteri atau jamur. Panty liner didukung oleh bahan plastik di bagian bawahnya yang mencegah udara mengalir dengan bebas sehingga menahan panas dan keringat.

Selain itu, gesekan konstan antara vagina dan panty liner dapat menyebabkan iritasi vulva. Bila Anda tetap ingin menggunakannya dengan alasan cairan vagina yang berlebihan, gantilah panty liner setidaknya setiap empat jam.

4. Melupakan latihan kegel

Latihan kegel sangat diperlukan untuk selama hamil atau setelah melahirkan untuk mengencangkan otot vagina. Lakukan latihan kegel secara rutin, karena melupakan latihan dapat meningkatkan risiko inkontinensia di kemudian hari.

Inkontinensia adalah ketidakmampuan mengandalikan pembuangan air seni, yang lebih mungkin menyerang wanita di usia yang lebih tua. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh University of Washington, inkontinensia urin mempengaruhi lebih dari 40 persen wanita berusia 40 tahun dan hampir separuh dari semua wanita di atas usia 50 tahun.

Masalah terjadi ketika otot-otot di daerah panggul menjadi lemah karena masalah seperti kehamilan, melahirkan, menopause, atau berat badan yang berlebihan, sehingga dapat menyebabkan kebocoran urin ketika sedang berolahraga, batuk, atau tertawa.

Latihan kegel dapat memperkuat otot-otot vagina yang lemah dan mencegah atau memperbaiki gejala. Lakukan latihan sebanyak tiga set 12 sampai 15 kali dalam sehari.

5. Anda mengabaikan siklus menstruasi

Waspadalah jika siklus mentruasi menjadi lebih berat dari biasanya atau lebih sering, seperti terjadi setiap 2 minggu, dan pendarahan di antara periode menstruasi atau setelah bercinta. Perdarahan berat dapat menjadi tanda tumbuhnya tumor jinak dalam rahim, anemia, masalah hormon seperti sindrom ovarium polikistik, atau kanker rahim.

Jangan mengabaikan siklus menstruasi Anda dan konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin jika Anda menemukan hal yang tidak biasa terjadi selama menstruasi.

6. Melewatkan pemakaian kondom

Orang dewasa di atas usia 40 tahun kadang melewatkan penggunaan kondom ketika berhubungan dengan alasan tidak lagi berisiko terhadap kehamilan di luar rencana. Tetapi dengan melewatkan kondom berarti Anda juga melewatkan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Penyakit seperti klamidia dan sifilis terus meningkat di antara orang di atas usia 40 tahun, yang disebabkan tidak adanya pengaman ketika berhubungan seks. Bisa jadi pasangan telah tertular penyakit menular seksual karena bergonta-ganti pasangan atau kontaminasi jarum suntik.

7. Menghindari pemeriksaan dokter

Menurut pedoman terbaru dari American College of Obstetricians dan Gynecologists, perempuan usia 30 tahun dan lebih tua harus menjalani tes Pap setiap 3 tahun sekali. Tapi Anda juga harus mendapatkan pemeriksaan tahunan terhadap kondisi rahim, payudara, dan panggul untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan serius seperti kanker, kista ovarium, dan fibroid.

Senin, 06 Agustus 2012

Penyakit Arteri Perifer


 



Deskripsi


Penyakit arteri perifer merupakan masalah sirkulasi darah yang umum dimana arteri menyempit dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh. Ketika Anda mengembangkan penyakit arteri perifer, organ yang paling banyak menderita adalah kaki.

Hal ini menyebabkan nyeri kaki saat berjalan (klaudikasio intermiten). Penyakit arteri perifer juga mungkin menjadi tanda lemak berlebih yang menumpuk di arteri (aterosklerosis). Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke jantung dan otak, serta kaki Anda.

Penyebab

Penyakit arteri perifer sering disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu timbunan lemak yang menumpuk di dinding arteri dan mengurangi aliran darah. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh peradangan pembuluh darah, cedera pada anggota badan Anda, anatomi yang tidak biasa pada ligamen atau otot, atau paparan radiasi.

Gejala

Kebanyakan orang dengan penyakit arteri perifer memiliki gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala sama sekali beberapa orang memiliki sakit kaki saat berjalan (klaudikasio intermiten).

Gejala penyakit arteri perifer meliputi:
1. Nyeri kram pada paha, pinggul atau otot betis setelah aktivitas
2. Kaki mati rasa atau kelemahan
3. Kaki terasa dingin
4. Luka pada jari kaki
5. Perubahan warna kaki
6. Rambut rontok atau pertumbuhan rambut lebih lambat
7. Pertumbuhan kuku kaki lebih lambat
8. Kulit kaki tampak bercahaya
9. Kaki lemah
10. Disfungsi ereksi pada pria

Pengobatan

Pengobatan untuk penyakit arteri perifer memiliki dua tujuan utama. Yang pertama adalah untuk mengelola gejala, seperti nyeri kaki, sehingga Anda dapat melanjutkan aktivitas fisik. Yang kedua adalah untuk menghentikan perkembangan aterosklerosis seluruh tubuh Anda untuk mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.

Anda mungkin dapat untuk mencapai tujuan tersebut dengan perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok dan olahraga teratur. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, Anda perlu mendapatkan perawatan medis tambahan.

Dokter mungkin meresepkan obat untuk mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, dan mengontrol rasa sakit dan gejala lainnya. Dalam beberapa kasus, angioplasti atau operasi mungkin diperlukan untuk mengobati penyakit arteri perifer yang menyebabkan klaudikasio intermiten.

Sumber: MayoClinic


Minggu, 05 Agustus 2012

Hepatitis itu Sama Bahayanya dengan AIDS

Jakarta, Selama ini banyak studi yang mengemukakan bahwa pembunuh manusia terbesar adalah penyakit-penyakit yang menyerang kardiovaskular seperti jantung dan stroke ataupun diabetes, kanker pada organ vital dan HIV/AIDS.

Namun tak banyak yang tahu jika penyakit hepatitis atau peradangan pada hati justru menjatuhkan lebih banyak korban di suatu negara dibandingkan dengan AIDS dan demam berdarah. Hal ini diungkapkan perwakilan WHO, Nata Menabde dalam rangka peringatan World Hepatitis Day yang jatuh pada tanggal 28 Juli 2012.

"Sekitar 600.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat konsekuensi dari penyakit Hepatitis B yang 100 kali lebih mematikan daripada HIV/AIDS. Oleh karena itu, kesadaran massa, panduan imunisasi universal serta penanganan makanan dan air yang higienis diperlukan untuk mengurangi beban akibat adanya penyakit hati itu secara substansial," tambah Menabde seperti dilansir dari newkerala, Senin (30/7/2012).

Secara umum ada tujuh macam virus yang dapat menyebabkan munculnya penyakit hepatitis yang disebut Hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Namun dari ketujuh virus itu, yang paling sering menyebabkan infeksi adalah virus Hepatitis A, B, C dan E.

Keseluruhan virus ini dapat menyebabkan kondisi akut pada hati dengan gejala-gejala yang berlangsung selama beberapa minggu, termasuk kulit dan mata menguning, urin berwarna gelap, kelelahan ekstrim, mual, muntah dan nyeri perut.

Lebih parah lagi, virus Hepatitis A, B, C, D dan E dapat menyebabkan infeksi dan peradangan hati kronis yang bisa berujung pada sirosis.

Hepatitis pun berkontribusi terhadap risiko utama kesehatan global dengan sekitar 240 juta orang yang terinfeksi Hepatitis B kronis dan 150 juta orang terinfeksi Hepatitis C kronis.

Jumat, 03 Agustus 2012

Hai Wanita, Waspadalah dengan Penyakit Berbahaya Ini!

Jakarta, Dibandingkan pria, hidup wanita cenderung lebih teratur. Harapan hidup pun biasanya lebih tinggi. Namun bila pola hidup tak sehat, penyakit-penyakit berbahaya tetap bisa mengintai.

Setidaknya ada 5 penyakit berbahaya yang paling banyak menghantui wanita, seperti dilansir boldsky, Sabtu (4/8/2102):

1. Osteoporosis
Begitu wanita memasuki usia 40 tahun atau mulai mengalami menopause, sakit dan nyeri seperti sudah menjadi teman setianya. Pengobatan osteoporosis menjadi sulit karena jarang terdiagnosis sebelum wanita mulai mengalami kerapuhan tulang. Penyebabnya adalah kekurangan kalsium.

Selain itu, pengurangan pasokan alami hormon estrogen ketika menopause dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon serta fungsi organ dalam tubuh dan perubahan dalam kesehatan secara keseluruhan. Inilah yang menyebabkan wanita menopause rentan terhadap osteoporosis.

2. Serangan jantung
Data statistik 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa serangan jantung pada wanita semakin meningkat dan jumlah wanita yang bertahan hidup hanya beberapa.

3. Depresi
Depresi pada wanita semakin merajalela dan hasilnya benar-benar menyeramkan. Baru-baru ini ditemukan bahwa ketidakseimbangan hormonal yang terjadi pada wanita setelah menopause bisa menjadi penyebab terbesar depresi, yang menyebabkan ledakan psikotik dan bunuh diri.

4. Kanker serviks dan payudara
Kanker serviks dan payudara adalah pembunuh nomor satu di kalangan wanita. Setiap wanita harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur untuk membantu mendeteksi kanker payudara lebih dini. Untuk kanker serviks, lakukan vaksin atau pemeriksaan pap smear bila Anda sudah pernah berhubungan intim.

5. PCOS (Poly Cystic Ovaries)
PCOS merupakan kondisi di mana terdapat kista kecil pada ovarium (indung telur). Kondisi ini mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita. Gangguan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, perubahan pada kulit, kesulitan untuk hamil dan masalah-masalah lainnya.

Seorang wanita normal memiliki hormon estrogen dan progesteron. Gejala yang paling terlihat adalah perubahan siklus pada menstruasi, bisa lebih sering atau lebih jarang dan bervariasi, dari yang sedikit hingga sangat banyak. Hal ini disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang berpengaruh pada proses ovula
(mer/ir)

Kamis, 02 Agustus 2012

Ingin Langsing Tanpa Harus Diet? Ikuti Langkah Ini

Jakarta, Banyak orang ingin menurunkan berat badan tetapi malas mengikuti program diet teratur yang menyiksa. Anda hanya perlu mengubah strategi dalam kehidupan Anda sehari-hari agar mendapatkan tubuh yang langsing tanpa perlu bersusah payah melakukan diet.

Berikut 5 strategi penurunan berat badan yang dapat Anda lakukan tanpa harus diet, seperti dilansir foxnews, Jumat (3/8/12) antara lain:

1. Sarapan pagi

Melewatkan sarapan adalah langkah yang salah untuk menurunkan berat bdan. Sarapan sangat penting untuk mencegah kondisi yang terlalu lapar di siang hari sehingga Anda tidak makan siang dengan porsi berlebihan.

Berbagai studi juga menunjukkan bahwa sarapan adalah cara yang tepat untuk menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tetap ramping.

2. Makan makanan yang rendah kalori terlebih dahulu

Ketika banyak makanan yang tersaji di piring Anda, mulailah makan makanan yang rendah kalori terlebih dahulu, seperti brokoli, wortel, apel dan pisang. Ketika Anda sampai ke makanan lain yang berkalori tinggi, Anda tidak akan begitu lapar.

Cara ini dapat mengurangi total asupan kalori yang berlebihan dan masih tetap berenergi untuk menjalani aktivitas.

3. Mulailah dengan sup

Mulailah makan siang atau makan malam dengan makan semangkuk sup kaldu yang mengandung sayuran terlebih dahulu sebelum makan makanan utama Anda. Hal ini dapat mengganjal perut dan membuat Anda tidak tergoda untuk makan makanan berkalori tinggi secara berlebihan.

4. Bagilah makan siang Anda menjadi dua bagian

Seseorang kadang akan merasa lapar ketika sore hari sebelum memasuki waktu makan malam. Makan makanan berkalori tinggi pada jam-jam tersebut dapat membuat berat badan meningkat drastis.

Cara yang tepat untuk mengatasinya dalah dengan memotong makan siang Anda menjadi dua bagian. Bagian pertama dimakan pada saat makan siang dan setengah lainnya dimakan kemudian di sore hari.

5. Hindari makan makanan yang mengandung mayones

Makanan sehat seperti salad dapat membuat berat badan bertambah tanpa Anda sadari. Mayones dalam salad mengandung kalori yang tinggi, dimana satu sendoknya saja mengandung 100 kalori. Jika Anda ingin menikmati sehatnya salad, gunakan minyak zaitun sebagai topingnya untuk menggantikan mayones.

Rabu, 01 Agustus 2012

Malas Sikat Gigi Bisa Terserang Jantung

JAKARTA -- Jangan anggap sepele sisa makanan yang tertinggal di karang gigi. Pasalnya, sisa makanan (plak) memberikan peluang bagi bakteri untuk berkembang biak. Bahkan, tingginya tingkat plak di gigi ternyata berisiko penyakit jantung dan kanker.

Sisa makanan yang biasa ter­tinggal di karang gigi akan ma­suk ke akar gigi dan pada usia lanjut, gigi bisa tanggal. Para pe­neliti me­nemukan adanya hu­bungan an­tara tingginya tingkat plak atau bak­­teri di gigi dengan risiko kanker.

Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, pe­nanggalan gigi, infeksi serta ber­bagai kasus berbahaya dan bah­kan kematian.

“Kesehatan gigi itu sangat pen­ting, karena me­nyang­kut kese­hatan tubuh secara menyeluruh,” kata Ketua Pe­ngurus Besar Per­satuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg. Zaura Rini Angraeni, dalam konferensi pers Kampanye Se­nyum Sehat Indonesia Kini dan Nanti di Taman Mini Indo­nesia Indah (TMII), Sabtu (7/7).

Bahkan, Tim Peneliti di New York State University me­nun­juk­kan, pengobatan terhadap pe­nyakit periodontal (gusi beng­kak) dapat menurunkan tingkat protein dan fibrinogen, sehingga berhu­bungan dengan risiko ting­gi pe­nyakit jantung.

Bakteri yang terdapat pada gusi bengkak dapat masuk ke dalam aliran darah, lalu masuk ke organ utama yang menyebabkan ada­nya infeksi baru. Penyakit ini da­pat meningkatkan risiko pe­nyumbatan arteri sehingga beri­siko memunculkan penyakit jan­tung maupun stroke.

“Bakteri mulut bisa masuk ke paru-paru sehingga menye­bab­kan infeksi, terutama pada pa­sien yang mengidap penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), seperti kanker, jantung dan lain­nya,” terang Zaura.

Para peneliti mengklaim bah­wa menyikat gigi dengan tidak benar dan bersih dapat me­ning­katkan risiko kematian prematur akibat kanker. Dijelaskan, ada hubungan antara tingginya ting­kat plak atau bakteri gigi dengan kematian akibat kanker.

Terlalu banyak bakteri pada per­mukaan gigi dan gusi me­nye­babkan peningkatan risiko ke­ma­tian dini sebanyak 80 per­sen (me­ngurangi usia hingga 13 tahun).

Adanya infeksi dan inflamasi sebagai penyebab satu dari lima penyakit kanker. Infeksi dan in­flamasi juga merupakan elemen kunci dalam penyakit gusi yang disebabkan plak gigi.

Selain itu, penyakit gusi juga menyebabkan bau mulut dan gusi berdarah. Jika tidak diobati akan menyebabkan gigi berlu­bang, gu­si surut dan ompong karena plak mengendap di antara gigi dan gusi.

Selain permasalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi ber­lubang dan karang gigi, gigi sensitif juga menjadi keluhan yang tidak bisa dihindari.

“Gigi sensitif terjadi ketika gigi bersentuhan dengan maka­nan pa­nas dan dingin yang me­rupakan penyebab salah satu­nya,” kata Zaura.

Kemudian, pembusukan gigi (karies) juga bisa dijumpai ketika seseorang malas untuk meng­go­sok dan me­me­lihara kesehatan gigi. Karies gigi merupakan pe­nyakit infeksi yang merusak struk­­tur gigi. Pe­nyakit ini salah satu pen­ye­bab gigi berlubang.
Professional Relations Ma­na­ger Oral Care PT Unilever In­do­nesia drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, penyakit gigi dan mulut sangat mudah dicegah.

Pencegahannya relatif mudah serta murah. Namun sangat disa­yangkan, masih sangat kecil aware­ness masyarakat terhadap permasalahan gigi yang banyak menimbulkan penyakit organ lainnya.

“Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi serta berbagai kasus berbahaya bahkan kematian. Kesehatan gigi itu sangat penting, karena me­nyang­kut juga kese­hatan tubuh secara menyeluruh,” terangnya.

Sebab, karang gigi yang telah bertahun-tahun berkerak dan te­lah mengakar dalam pockets gigi (kantong gigi patologis). Bah­kan, pemakaian obat ku­mur yang di­klaim bisa mengatasi bau mu­lut, harus mulai dibatasi pema­kai­annya.

Pasalnya, peng­gu­naan obat kumur dalam jangka waktu pan­jang ternyata berisiko pada kan­ker mulut. Namun, banyak pula yang merekomendasikan obat kumur untuk mengobati infeksi dan peradangan mulut.

Tim peneliti yang terdiri dari para dokter gigi dari University of Queensland dan University of Melbourne di Australia mem­peringatkan, risiko kanker mu­lut akan lebih berdam­pak pada me­reka yang memiliki gaya hidup tidak sehat.

Hasil penelitian menyebutkan, di antara mereka yang meng­gunakan obat kumur berbahan dasar alko­hol, risiko kanker mu­lut akan meningkat hingga sem­bilan kali lipat pada mereka yang perokok.

Bagi mereka peminum al­ko­hol, risiko akan meningkat hing­ga lima kali lipat. Sementara ba­gi pengguna obat kumur yang bu­kan peminum dan perokok, risiko tersebut hanya berada di bawah angka lima kali lipat.

“Pergi ke dokter gigi untuk diangkat plak gigi menggunakan alat tertentu, serta harus rajin me­nyikat gigi mi­nimal dua kali sehari,” kata Zaura kepada Rakyat Merdeka.